Minggu, September 26

popok sekali pakai (disposable diaper)

        Tulisan kali ini akan membahas tentang popok sekali pakai, ketika saya memulai kegiatan membersihkan sungai dekat kost-kostan saya ternyata banyak sekali popok sekali pakai bekas pakai yang mengambang disana, jangan sahabat bayangkan bagaimana rupanya dan sayapun tidak akan membahasnya.

      saya kira sampah jenis hanya ada sekitar2-3 buah saja, namun diluar dugaan ternyata banyak sekali orang-orang yang membuang samaph jenis ini, mereka membiarkan sampah ini reuni disana, dengan kondisi yang menjijikan!!

       pantas saja  air tiba-tiba kering disawah sekitar rumah pada hari sebelumnya, ternyata air tertutup sampah ini dan kalaupun lolos dari sampah ini keburu kering diperjalanan karena sedikit sekali air yang lolos.

saran saya 
  • untuk ibu-ibu yang memiliki bayi yang masih memerlukan popok bayi, lebih baik menggunakan popok kain saja lebih baik ribet sedikit dari pada jika kita membuang sampah ini langsung ke alam..
  • jika memang sangat diperlukan memakai popok jenis ini, disarankan hanya menggunakannya sesekali, dan ingat membuangnya harus ditempat sampah. Umumnya, popok sekali pakai berbahan dasar bubur kertas atau pulp, kapas, kain kasa tipis, kain flanel,serta lapisan bahan berdaya serap tinggi. Bahan yang terakhir ini mampu menyerap cairan begitu banyak, bahkan hingga 100 kali berat bahan itu sendiri.jika kita tau bahan dasar pembuatannya
  • gimana kalau nanti ada larangan pembuangan sampah jenis ini kesungai dan jika ditemukan sampah ini akan dilakukan tes laboratorium siapa pemiliknya hahahahah (saran gurauan)

saya ingin berbagi tips sedikit (walaupun belum punya anak dan menikah) dengan ibu-bu yang memiliki bayi yang terpaksa harus menggunakan popok jenis ini (biasanya jika bepergian jauh), dan khawatir akan mencerami lingkungan ehabis menggunakannya, bisa melakukan cara-cara dibawah ini:
  1. siram dengan air mengalir popok habis pakai, hingga dirasa bersih
  2. peras popok hingga keluar air (masa jijik kan bekas anak sendiri)
  3. jemur untuk mengeringkan popok (atau bisa melewati tahap ini)
  4. robek popok, dan pisah-pisahkan bagian-bagian popok sesuai jenisnya
  5. barulah buang ketempat sampah.
         kenapa perlu melakukan ini? karena jika membuangnya langsung begitu saja kemungkinan besar penguraiannya pun lama belum lagi jika bekasnya tidak buang akan mengundang sumber penyakit pastinya.

         semoga untuk para ibu bisa memahami isi artikel saya ini, dan mudah-mudahan anak bayinya selalu sehat dan ceria juga memiliki lingkungan yang bersih dan sehat juga. Amiinn

5 komentar:

  1. begituya tipsnya, kenapa kuk gak langsung aja dibuang di tempat pemabuangan sampah aja lu?

    BalasHapus
  2. @zen:

    kalau langsung dibuang ketempat pembuangan sampah ntar maap (pulp) yang nempel disitu dikerubutin lalat trus silalat jalan kemana-mana nempel dimakanan gimana?? kan serem yah =)

    BalasHapus
  3. hello ilovebumiku.blogspot.com admin discovered your website via yahoo but it was hard to find and I see you could have more visitors because there are not so many comments yet. I have discovered website which offer to dramatically increase traffic to your blog http://xrumerservice.org they claim they managed to get close to 1000 visitors/day using their services you could also get lot more targeted traffic from search engines as you have now. I used their services and got significantly more visitors to my website. Hope this helps :) They offer best backlinks service Take care. Jason

    BalasHapus
  4. Pengalamanku:
    Saya tahu kalau membuang sampah diapers begitu saja ke sungai pasti akan mencemari lingkungan sungai maka saya lakukan langkah seperti ini:
    1. menyirami diapers sehingga, kecuali kotoran bayi yang menempel terbilas, semua bahan dalam diapers akan menjadi gel.
    2. membuka diapers dan mengeluarkan semua gel dan membuangnya ke closet. (meskipun masih ada pertanyaan apakah gel diapers tersebut di dalam septik tank bisa terurai dengan baik seperti kotoran manusia, apakah tidak mencemari tanah lingkungan sekitar septik tank))
    3. mengeringkan plastik diapers untuk kemudian dibakar. (ini juga masih menyisakan permasalahan: apakah pembakaran sampah plastik merupakan upaya mengatasi sampah yang baik terkait pencemaran udara dari asap dan debu pembakaran, apakah ada solusi lain yang lebih sehat?)
    Dengan langkah-langkah ini maka paling tidak saya sudah tidak membuang sampah plasik ke sungai. demikian pengalaman saya semoga berguna.

    BalasHapus
  5. @Hadrianus W.:

    terimakasih banyak untuk sharing pengalamanya, sangat berguna!

    BalasHapus

silahkan berkomentar dengan bebas, siapapun, kapanpun tanpa nama sekalipun yang baik dan yang buruk silahkan yang penting dari hati =)